
Angkanya nggak masuk akal kalau cuma kebetulan: 2.199 persen. Itu kenaikan pendaftaran domain berakhiran .si di Slovenia sepanjang September 2026, dibanding bulan sebelumnya. Pemicunya satu orang, dan dia nggak kerja di industri domain sama sekali. Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pertengahan September, Trump bicara di sidang Majelis Umum PBB di New York. Dia bilang istilah “artificial intelligence” terdengar “palsu”, dan dia lebih suka dunia pakai istilah “super intelligence”, disingkat SI. Sembilan hari kemudian dia menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan seluruh lembaga pemerintah AS memakai istilah SI, bukan AI, di dokumen resmi.
Masalahnya, kebetulan .si itu kode domain negara buat Slovenia.
Dari pidato ke lonjakan pendaftaran
Klara Herman, juru bicara Registry SI yang mengelola domain Slovenia, bilang ke BBC bahwa Registry mencatat 44.000 alamat .si baru terdaftar sepanjang September. Bandingkan dengan Agustus: kurang dari 2.000. Herman bilang skala aktivitas di akhir September itu “belum pernah terjadi” dibanding 12 bulan sebelumnya.
Lonjakan nggak berhenti di pidato. Sehari setelah Trump menandatangani perintah eksekutifnya pada 29 September, Registry mencatat 11.000 pendaftaran baru dalam satu hari. Menurut riset keamanan Netcraft, kecepatan pendaftaran harian .si lebih dari dua kali lipat dibanding periode antara pidato PBB dan penandatanganan perintah itu.
Nama domainnya pun kelihatan jelas motifnya. Netcraft mencatat domain seperti “supaintelligence.si” dan “aicelerate.si” termasuk yang pertama kali didaftarkan lewat registrar baru bernama OpusDNS, yang baru menambah dukungan .si persis sehari setelah pidato Trump.
Herman sendiri tetap berhati-hati. Dia bilang nggak mau mengaitkan seluruh kenaikan ini cuma ke komentar Trump, meski datanya memang menonjol dibanding bulan-bulan lain tahun ini.
Hostinger ikut mencatat tren serupa
Bukan cuma Registry SI yang lihat perubahan. Hostinger, penyedia hosting yang juga menjual domain, bilang .si sekarang jadi ekstensi domain paling populer kedua di platform mereka, tepat setelah .com. Pada 30 September, sekitar 4.300 pelanggan Hostinger mendaftarkan .si. Sehari setelahnya, 1 Oktober, naik lagi jadi sekitar 5.400.
Lebih dari tiga perempat dari seluruh pendaftaran .si di Hostinger sejak 23 September terjadi cuma dalam dua hari terakhir itu. Lebih dari separuh pembelinya berasal dari Amerika Serikat dan India, menurut data yang dibagikan ke TechCrunch.
Menariknya, cuma sekitar 3 persen domain .si di Hostinger yang secara eksplisit berkaitan dengan AI. Sebagian besar justru masuk kategori “tidak terklasifikasi”, artinya nama domainnya nggak cocok dengan kategori spesifik mana pun. Kemungkinan besar banyak yang beli buat jaga-jaga, atau buat dijual lagi nanti kalau tren ini makin besar.
Belajar dari .ai, tapi skalanya beda
Pola ini mengingatkan ke apa yang terjadi beberapa tahun lalu dengan domain .ai, kode negara milik Anguilla yang kebetulan cocok sama singkatan “artificial intelligence”. Saat itu minat ke .ai mendatangkan jutaan dolar buat wilayah kepulauan kecil itu.
Tapi Klaudijus Januitis, kepala divisi domain di Hostinger, bilang .si nggak akan mengulang skala .ai. Alasannya soal harga dan struktur kepemilikan. Di Hostinger, .si dijual sekitar 12 dolar per tahun, jauh di bawah .ai yang dijual sekitar 90 dolar dan mewajibkan komitmen dua tahun. Selain itu, pendapatan dari .ai masuk langsung ke pemerintah Anguilla sebagai semacam pajak premium, sementara .si murah dan pendapatannya masuk ke Registry, bukan ke kas negara Slovenia.
“Buat Anguilla, .ai jadi ekonomi kedua. Buat Slovenia, .si cuma bonus yang lumayan,” kata Januitis.
Kim Than, CEO agensi PR yang menangani klien AI dan kripto, sudah membeli versi .si dari nama perusahaannya sendiri. Alasannya simpel: jaga-jaga kalau tren ini memang berlanjut besar seperti .ai dulu.
Belum ada konfirmasi berapa lama tren ini akan bertahan. Kalau perhatian publik ke istilah “super intelligence” mereda, kemungkinan lonjakan pendaftaran .si juga ikut melandai. Ini masih perlu dipantau beberapa bulan ke depan.
Pola yang berulang: setiap perubahan istilah bikin domain jadi aset
Ini bukan pertama kali sebuah peristiwa politik atau budaya bikin nilai domain negara melonjak tanpa diduga. Pola serupa juga pernah terjadi dengan domain .io (British Indian Ocean Territory) yang jadi favorit startup teknologi karena terdengar seperti singkatan “input/output”. Bedanya, lonjakan .io berjalan bertahun-tahun secara organik, sementara .si melompat dalam hitungan hari gara-gara satu pidato dan satu perintah eksekutif.
Fenomena kayak gini juga menunjukkan betapa domain negara kecil bisa jadi sumber pendapatan tak terduga. Slovenia sebelumnya nggak pernah masuk radar industri teknologi global lewat jalur ini. Sekarang, cuma karena tiga huruf yang kebetulan cocok, negara itu mendadak jadi bagian dari percakapan soal masa depan istilah AI.
Yang bikin situasi ini unik dibanding kasus .ai dulu adalah kecepatannya. Lonjakan .ai berlangsung bertahap selama bertahun-tahun seiring booming AI generatif sejak 2023. Lonjakan .si terjadi dalam hitungan minggu, bahkan hari, didorong langsung oleh keputusan satu orang di posisi kekuasaan. Ini menunjukkan betapa cepat pasar domain bisa bereaksi terhadap sinyal politik, jauh lebih cepat dibanding tren teknologi organik.
Risiko spekulasi yang perlu diwaspadai
Netcraft juga mencatat ada klaster pendaftaran domain .com yang memakai nama-nama merek besar dikombinasikan dengan kata “superintelligence”, didaftarkan sesaat sebelum perintah eksekutif Trump resmi ditandatangani. Domain-domain ini langsung dipasang harga jual sekitar 20.000 dolar masing-masing. Pola ini mengindikasikan sebagian pendaftar bukan berniat memakai domainnya sendiri, melainkan menebak tren lalu menjualnya ke pihak yang nanti butuh.
Buat pembaca yang berniat ikut membeli domain terkait tren apa pun, penting diingat bahwa spekulasi semacam ini punya risiko. Nggak ada jaminan tren “super intelligence” akan terus relevan dalam enam bulan ke depan, apalagi kalau istilah ini cuma gaya bicara khas satu pemerintahan yang bisa berubah kapan saja.
Apa artinya buat pemilik bisnis di Indonesia
Fenomena ini kelihatan jauh dari urusan sehari-hari, tapi ada pelajaran praktis buat siapa pun yang mengelola nama domain buat bisnis. Permintaan domain bisa melonjak drastis karena momen politik atau budaya yang sama sekali di luar kendali pemilik bisnis, dan kalau nama domain yang Anda incar kebetulan relevan, harganya bisa naik cepat di pasar sekunder.
Kalau Anda punya rencana memakai domain negara (ccTLD) buat branding, cek dulu apakah ada tren serupa yang bisa bikin harga mendadak melonjak. Beli lebih awal biasanya lebih aman daripada menunggu momentum viral.
Belum ada konfirmasi berapa lama tren ini akan bertahan. Kalau perhatian publik ke istilah “super intelligence” mereda, kemungkinan lonjakan pendaftaran .si juga ikut melandai. Ini masih perlu dipantau beberapa bulan ke depan.
Sumber & Referensi
- TechCrunch: Slovenia’s .si domain sees a surge in registrations after Trump’s ‘super intelligence’ order
- BBC: Trump’s AI rebrand causes ‘unprecedented’ demand for Slovenian website names
Artikel Terkait
- /posts/panduan-memilih-hosting/
- /posts/vps-vs-shared-vs-cloud-hosting/
- /posts/optimasi-seo-biznetgio/