Natura Luncurkan Cincin Pintar Interface Seharga Rp1,5 Juta

Jumat, Okt 9, 2026 | 5 menit baca | Diperbarui pada Jumat, Okt 9, 2026

@
Natura Luncurkan Cincin Pintar Interface Seharga Rp1,5 Juta

Harganya cuma 99 dolar AS, atau sekitar Rp1,5 jutaan. Tapi yang ditawarkan Natura lewat produk barunya ini bukan sekadar pelacak detak jantung biasa. Cincin bernama Interface ini dirancang supaya kamu bisa minta tolong agen AI cuma dengan menyentuh jari, tanpa perlu buka ponsel dulu.

Startup bernama Natura ini didirikan oleh Carlo Edoardo Ferraris, yang sebelumnya membangun perusahaan aksesori teknologi Rolling Square. Setelah bertahun-tahun bikin perangkat keras konsumen, Ferraris yakin AI yang makin canggih butuh cara interaksi baru. Katanya, orang harus bisa minta sesuatu ke AI selayaknya minta tolong ke manusia, nggak pakai ribet.

Fungsi Ganda: Agen AI dan Pelacak Kesehatan

Interface bukan produk pertama dari Natura. Sebelumnya mereka sudah bikin HumanPods, earbud yang juga dirancang buat berinteraksi dengan agen AI. Tapi tim Natura menyimpulkan form factor earbud kurang pas buat kebutuhan teknologi suara generasi terbaru, makanya mereka beralih ke cincin.

“Lama-lama kami paham bahwa orang sebenarnya pengen akses ke agen mereka 24 jam penuh,” kata Ferraris kepada TechCrunch. “Nggak mau ada satu jam pun dalam sehari di mana kamu nggak bisa mengaksesnya. Dan bentuk cincin itu pas banget karena dia jadi semacam perpanjangan dari dirimu sendiri. Bisa dipakai mandi, bisa dipakai tidur, nggak pernah dilepas.”

Dari sisi kesehatan, cincin ini memantau detak jantung, detak jantung istirahat, variabilitas detak jantung (HRV), tahapan tidur, jumlah langkah harian, dan suhu kulit dari waktu ke waktu. Fungsi ini sih udah jamak di segmen smart ring, mirip yang ditawarkan Oura atau Samsung Galaxy Ring.

Yang bikin beda adalah lapisan AI-nya. Begitu rilis, cincin ini bisa tersambung ke berbagai agen dan aplikasi, termasuk Muse dari Meta, Instinct, Grokbot, Claude, dan ChatGPT. Jadi kamu nggak terkunci di satu ekosistem doang.

Skenario Pakai yang Ditawarkan Natura

Beberapa contoh yang disebutkan perusahaan: lagi lari, kamu bisa suruh cincinnya mulai melacak latihan. Bangun tidur, tanya apa agenda hari ini. Mandi terus nyadar sampo habis, bisa langsung minta pesan ulang. Lagi ketiduran nonton TV, suruh matikan TV sekaligus pasang alarm pagi. Habis rapat, suruh kirim catatan ke rekan kerja.

Ferraris percaya ke depannya sebagian besar aktivitas yang biasa dikerjakan lewat layar komputer, mulai dari isi formulir, kirim pesan di aplikasi, cari file, sampai bikin presentasi, bakal digantikan permintaan suara ke agen AI. “Pada akhirnya, antarmuka utama antara pengguna dan teknologi itu bakal jadi cincin ini,” ujarnya.

Dia juga mengakui transisi ini nggak akan instan. Soalnya nggak semua orang punya agen personal sekarang, kebanyakan yang punya itu orang-orang di industri teknologi. Tapi dalam setahun, dia memprediksi kebanyakan orang bakal punya satu.

Respons dari agen bisa disampaikan lewat headphone yang terhubung, Live Activity di iPhone, atau lewat aplikasi NatureOS. Buat yang pakai beberapa agen AI sekaligus, pengguna bisa pilih agen mana buat tugas tertentu, misalnya minta Claude nulis kode, Instinct buat pesan reservasi, dan Grokbot buat hal lain.

Soal Harga dan Masa Depan Bisnisnya

Cincin ini mulai dijual seharga 99 dolar, tapi Natura berencana menaikkan harganya nanti. Strateginya, dorong dulu adopsi dan bangun basis pengguna sebelum naikin banderol. Setelah periode gratis tiga sampai enam bulan, Natura berencana mengenakan biaya berlangganan 9 dolar per bulan.

Natura menyebut biaya produksi cincinnya sebanding dengan Oura Ring dan Samsung Galaxy Ring, karena memakai komponen serupa. Tapi mereka sengaja mematok harga awal lebih rendah untuk menurunkan hambatan masuk konsumen.

Soal daya tahan baterai, cincin ini diklaim bisa tahan 6 sampai 12 hari tergantung pemakaian, dan butuh 100 menit buat isi ulang penuh. Pre-order dijadwalkan dibuka bulan depan, dengan pengiriman diperkirakan Desember atau Januari.

Pasar Cincin Pintar Makin Ramai

Pasar smart ring sendiri sudah dipenuhi pemain yang fokus kesehatan macam Oura, Ultrahuman, dan RingConn, plus yang fokus AI macam Pebble dan Vocci. Ferraris mengklaim Interface beda karena menggabungkan dua sisi itu sekaligus: pelacakan kesehatan kelas atas dan komponen buat komunikasi agen AI serta memori eksternal, tanpa mengorbankan daya tahan baterai maupun ukuran fisik.

Ambisi menyatukan AI agentic ke perangkat yang dipakai terus-menerus ini sejalan dengan tren besar di industri. Google baru saja meluncurkan agen AI tunggal untuk kerja kantor, dan pola yang muncul jelas: perusahaan teknologi berlomba bikin AI makin mudah diakses, bukan cuma lebih pintar.

Yang masih harus dilihat, apakah pengguna umum mau terikat dengan satu perangkat lagi di jari mereka demi akses AI, mengingat smartphone pun sudah bisa melakukan hampir semua hal yang diklaim Natura. Klaim durasi baterai dan harga subscription di atas berasal dari pernyataan resmi perusahaan, belum ada ulasan independen pihak ketiga saat artikel ini ditulis.

Risiko yang Jarang Dibahas

Ada satu hal yang menarik dicermati dari model bisnis ini. Cincin gratis selama tiga sampai enam bulan, lalu masuk langganan 9 dolar per bulan, itu pola yang sudah akrab di industri hardware konsumen belakangan ini. Perangkatnya murah di depan, tapi nilai sebenarnya didapat dari biaya berlangganan jangka panjang. Kalau pengguna berhenti bayar, apakah fitur dasar cincinnya masih jalan, atau malah mati fungsi? Natura belum menjelaskan secara rinci soal ini.

Isu lain yang perlu dipikirkan calon pembeli: cincin ini butuh koneksi konstan ke berbagai layanan AI pihak ketiga buat berfungsi penuh. Artinya, data suara dan konteks aktivitas harian pengguna bakal mengalir ke beberapa penyedia sekaligus, dari Meta sampai OpenAI, tergantung agen mana yang dipakai. Belum ada detail publik soal bagaimana Natura mengatur keamanan data lintas-platform semacam ini, padahal perangkat yang menempel di tubuh 24 jam otomatis jadi target yang sensitif buat urusan privasi.

Buat yang penasaran coba produknya duluan sebelum ikutan beli, sabar dulu. Belum ada kabar soal unit review independen yang beredar di luar materi promosi resmi Natura.

Sumber & Referensi