
Selasa kemarin di San Francisco, OpenAI ngeluarin lebih dari 20 pengumuman sekaligus di DevDay 2026. Tiga yang paling bikin ribut: ChatGPT Space, dokumen Pages, dan agen bernama Dots yang katanya bisa kerja sendiri 24 jam. Ketiganya nyasar langsung ke wilayah yang selama ini dikuasai Microsoft, yaitu software kantoran buat kolaborasi tim.
Buat siapa yang selama ini pakai ChatGPT cuma buat nulis draf email atau nyari ide, update ini beda level. Space itu ruang kerja bersama di dalam ChatGPT, tempat file dan dokumen tim ngumpul jadi satu, mirip drive tapi katanya “berasa hidup” karena bisa dikasih instruksi berjalan. Pages adalah pengganti Google Docs versi OpenAI. Dots, ini yang paling nyeleneh, agen yang jalan sendiri tanpa nunggu diketik.
Space: Ruang Kerja yang Katanya Hidup
CEO Sam Altman bilang di keynote, “spaces feel alive” (ruangnya berasa hidup). Klaim itu belum bisa diverifikasi independen, tapi fungsinya jelas: file dan halaman tim disimpan bareng, dan pengguna bisa ngasih instruksi ke halaman tertentu, misalnya suruh dia mantau channel tim dan update isinya otomatis.
Menurut situs resmi OpenAI (chatgpt.com/features/space), Space dirilis hari ini buat pengguna Pro, Business, dan Enterprise. Fitur bikin dan edit halaman baru jalan di web sama desktop, sementara di HP cuma bisa lihat doang. Slide kolaboratif, alias jawaban OpenAI buat PowerPoint, katanya nyusul beberapa minggu ke depan.
Yang bikin beda dari Google Workspace atau Microsoft 365: di Space, bukan cuma manusia yang ngedit. Dots dan Codex (asisten coding OpenAI) bisa ikut nulis, ngasih komentar, sampe bikin grafik di halaman yang sama.
Dots, Agen yang Nggak Pernah Berhenti
Dots ditenagai model GPT-6 Astra, model yang bulan lalu baru dirilis OpenAI. Bedanya sama chatbot biasa: Dots nggak nunggu prompt. Dia jalan sendiri, bisa punya “komputer cloud” sendiri, dan konon terhubung ke lebih dari 4.000 aplikasi pihak ketiga.
CFO OpenAI, Sarah Friar, bilang ke CNBC bahwa Dots “bisa nepuk pundak kamu” buat ngingetin sesuatu, semacam asisten yang proaktif, bukan reaktif. Pernyataan itu dari wawancara langsung, jadi cukup bisa dipercaya sebagai posisi resmi perusahaan, meski klaim teknis “24/7 belajar dari feedback” tetap butuh diuji pengguna nyata dalam beberapa bulan ke depan.
Fitur yang disebut developer di forum komunitas OpenAI: Dots bisa dikasih nama, dikustomisasi, dan ke depannya beberapa Dots direncanakan bisa kerja bareng buat satu tugas. Ada juga rencana “specialist dots” buat perusahaan besar, plus integrasi ke Microsoft Agent 365 untuk urusan governance dan keamanan. Iya, integrasi ke produk Microsoft, di tengah OpenAI juga menyaingi Microsoft. Aneh tapi nyata.
Siapa yang Bisa Pakai Sekarang
Dots dan Space dirilis buat akun ChatGPT Pro dan Business Premium dulu. Enterprise, termasuk kategori Edu dan Healthcare, kebagian versi beta. Belum ada kabar soal ketersediaan buat akun gratis atau Plus reguler, dan OpenAI juga belum ngumumin harga tambahan spesifik buat fitur ini di luar paket yang udah ada.
Buat pembaca di Indonesia yang biasa pakai ChatGPT lewat paket Plus, artinya belum bisa langsung coba Space atau Dots. Kalau kantor kamu udah pakai paket Business, ini saat yang pas buat cek dashboard admin, karena rollout katanya jalan hari ini.
Kenapa Ini Ngeganggu Microsoft
Microsoft selama ini nikmatin posisi aman sebagai penyedia software kantoran nomor satu lewat Word, Excel, PowerPoint, Teams. OpenAI justru salah satu investor sekaligus mitra dekat Microsoft, tapi Space dan Pages jelas dirancang buat gantiin fungsi yang sama. Nggak heran kalau Microsoft dan Salesforce belakangan juga buru-buru nambahin fitur AI ke produk mereka sendiri, saling kejar di lini yang makin tumpang tindih.
Yang menarik, Altman sendiri di sesi tanya jawab DevDay komentarin soal Muse, agen bikinan Meta yang lebih dulu masuk ke ranah serupa. Dia nyebut Muse “produk yang bagus”, pujian standar ala kompetitor yang nggak mau kelihatan sirik.
Bagian yang Masih Perlu Ditunggu
OpenAI juga nyinggung rencana hardware AI baru (“something worth waiting for”, kata Altman) tanpa detail lebih lanjut, jadi itu masih rumor terverifikasi cuma sebatas ucapan di panggung. Soal pendanaan, ada laporan OpenAI sedang bernegosiasi buat putaran baru senilai 30 miliar dolar dengan valuasi 1,4 triliun dolar, tapi ini juga masih tahap pembicaraan dan belum dikonfirmasi resmi lewat rilis perusahaan.
Buat tim IT atau pemilik bisnis kecil yang lagi mikir migrasi alat kerja, langkah paling aman sekarang: tunggu review pengguna nyata dulu sebelum pindah total dari Google Workspace atau Microsoft 365. Fitur baru yang diumumkan di atas panggung sering butuh beberapa bulan sebelum benar-benar stabil dipakai harian.
Artikel Terkait
Kalau kamu penasaran arah persaingan model AI setelah GPT-6.1 Sol, baca juga /posts/openai-gpt-61-sol-lebih-murah/. Buat konteks kenapa Codex makin serius digarap OpenAI, cek /posts/codex-cloud-environment-lintas-perangkat/. Kalau tertarik gimana Meta juga masuk ke agen AI buat bisnis kecil, ada di /posts/meta-muse-umkm-integrasi/.
Sumber & Referensi
Laporan awal dari TechCrunch, detail fitur resmi dari halaman Space OpenAI, dan liputan langsung keynote dari CNBC.