
Bluesky baru saja mendaftarkan “.bsky” sebagai calon akhiran domain internet, sejajar dengan “.com” atau “.org”. Kalau disetujui ICANN, handle panjang semacam “sarahp.bsky.social” bisa berubah jadi alamat web pendek: “sarahp.bsky”. Bukan gimmick marketing, ini langkah serius menuju identitas online yang betul-betul dimiliki pengguna, bukan dipinjam dari platform.
Kenapa Bluesky Mengajukan Domain Sendiri
CEO Bluesky, Toni Schneider, membagikan rencana ini lewat unggahan di platform mereka sendiri pada awal Oktober 2026. Niatnya sederhana. Handle sosial media biasanya cuma berfungsi sebagai nama akun. Domain sendiri membuka ruang buat sesuatu yang lebih besar: profil pengguna bisa berkembang jadi semacam homepage pribadi, bukan cuma bio dan daftar postingan.
Pikirkan bedanya. Alamat “@nama.bsky.social” terasa seperti milik Bluesky. Alamat “nama.bsky” terasa seperti milik kamu, meski teknisnya tetap dikelola lewat infrastruktur yang sama. Persepsi ini penting buat perusahaan yang dari awal membangun diri di atas prinsip protokol terbuka (AT Protocol), bukan platform tertutup ala media sosial lama.
Rose Wang, Chief Operating Officer Bluesky, menjelaskan posisi perusahaan soal ini. “Domain adalah bagian penting dari web terbuka, karena memungkinkan pengguna mengendalikan identitas online mereka sendiri,” katanya dalam pernyataan ke TechCrunch. Ia menambahkan bahwa Bluesky dibangun di atas keyakinan bahwa pengguna seharusnya memiliki kehadiran online mereka, bukan menyewanya dari platform yang bisa mengambilnya kapan saja.
Poin itu kedengarannya biasa sampai kamu ingat berapa banyak orang kehilangan akun Twitter atau Instagram gara-gara suspend sepihak, lalu kehilangan seluruh identitas digital mereka dalam sekejap. Domain pribadi, setidaknya di atas kertas, nggak bisa dicabut semudah itu.
Proses di ICANN Butuh Waktu Panjang
Ini bukan proses yang kelar minggu depan. ICANN, lembaga nonprofit yang mengawasi sistem nama domain dunia, dijadwalkan mempublikasikan daftar pengajuan domain baru pada 7 Oktober 2026. Permintaan Bluesky akan ada di antara pengajuan-pengajuan itu.
Dari situ, jalannya masih panjang. Schneider menyebut proses persetujuan domain baru ini biasanya makan waktu 18 sampai 24 bulan. Jadi kalau rencana ini disetujui, kemungkinan pengguna baru bisa pakai “.bsky” sekitar akhir 2027 atau awal 2028. Masih lama, tapi bukan sesuatu yang mustahil, mengingat ICANN memang rutin membuka slot domain generik baru.
Belum ada detail teknis soal bagaimana domain ini bakal dibagikan nanti. Dihubungi TechCrunch, Bluesky mengaku belum memutuskan mekanisme permintaan, pendaftaran, atau distribusi domain .bsky ke pengguna. Yang jelas sudah ditegaskan: perusahaan nggak berniat menjual atau memonetisasi domain tersebut.
Keputusan yang Menarik Soal Uang
Ini bagian yang bikin banyak orang mengangkat alis. Bisnis pendaftaran domain itu menguntungkan. Registrar domain menghasilkan uang dari biaya tahunan, perpanjangan, dan premium nama-nama pendek yang diperebutkan. Buat startup yang sudah mengumpulkan pendanaan besar lewat Seri B senilai 100 juta dolar AS pada Maret 2026, tapi belum punya aliran pendapatan dari iklan, menolak sumber uang yang jelas-jelas tersedia itu bukan keputusan kecil.
Tapi Bluesky memang konsisten menjauh dari model bisnis platform media sosial konvensional. Mereka belum menghasilkan uang dari iklan sampai sekarang, meski beberapa pengamat menduga itu bisa berubah di masa depan. Kalau domain pribadi pun nggak dijadikan ladang bisnis, jelas Bluesky memang serius mau membedakan dirinya dari raksasa media sosial yang mengandalkan data dan identitas pengguna sebagai komoditas.
Buat pembaca awam, bayangkan begini: kamu pakai hosting dan domain buat bikin website pribadi. Domain itu kamu beli dari registrar, lalu kamu arahkan ke server pilihanmu sendiri. Nggak ada yang bisa mengambilnya selama kamu bayar perpanjangan. Itu kira-kira filosofi yang Bluesky coba terapkan ke identitas sosial media, cuma levelnya lebih sederhana karena domainnya digratiskan dan terikat pada ekosistem AT Protocol.
Dampaknya Buat Pengguna Biasa
Buat sebagian besar orang, perubahan ini mungkin nggak langsung kerasa. Kamu tetap posting, tetap scroll timeline, tetap interaksi seperti biasa. Tapi buat pengguna yang serius membangun identitas online, seperti kreator konten, jurnalis independen, atau bisnis kecil yang pakai Bluesky sebagai kanal utama, domain pendek dan mudah diingat itu nilainya besar. Alamat yang gampang disebut saat wawancara radio atau dicantumkan di kartu nama jauh lebih praktis dibanding handle panjang berisi subdomain tiga tingkat.
Ada juga pertimbangan SEO dan branding yang belum banyak dibahas. Domain pendek bisa dipakai lintas platform sebagai identitas konsisten, mirip cara orang pakai domain pribadi buat portofolio atau blog. Kalau Bluesky betul-betul membuka opsi ini tanpa biaya tambahan, itu keunggulan dibanding kompetitor yang menjual custom domain sebagai fitur premium berbayar.
Soal detail teknis distribusi dan syarat kelayakan, informasinya belum lengkap dan perlu verifikasi lanjutan begitu Bluesky merilis kebijakan resminya. Yang pasti, jadwal publikasi ICANN pada 7 Oktober 2026 jadi titik awal yang layak dipantau buat siapa pun yang penasaran arah pengembangan platform ini.
Mau lihat bagaimana platform teknologi lain mengelola infrastruktur identitas dan domainnya sendiri? Cek juga bahasan kami soal lonjakan registrasi domain .si pasca kebijakan AI Trump dan strategi Shopify membuka sistem pembayarannya ke agen AI berbasis browser untuk gambaran lebih luas soal arah infrastruktur web terbuka.
Sementara itu, kalau kamu lagi cari cara praktis mengoptimalkan workflow AI harian, daftar di AgentRouter buat akses ke berbagai model AI lewat satu pintu, tanpa ribet gonta-ganti API key.
Sumber & Referensi
- TechCrunch: Bluesky wants to give you your own domain on the open web
- ICANN: New gTLD Program