Amazon Rilis Tablet Alexa+ Mulai Rp3,7 Jutaan

Kamis, Okt 8, 2026 | 4 menit baca | Diperbarui pada Kamis, Okt 8, 2026

@
Amazon Rilis Tablet Alexa+ Mulai Rp3,7 Jutaan

Amazon akhirnya meninggalkan Fire OS buat lini tablet barunya. Pada Kamis kemarin, perusahaan ini resmi mengumumkan tiga model tablet baru, yaitu Amazon Alexa Tablet 12 Pro, Amazon Alexa Tablet 11, dan Amazon Alexa Tablet 8, yang semuanya jalan di Android dengan akses penuh ke Google Play Store. Ini perubahan strategi besar buat Amazon yang selama ini mengunci tabletnya ke app store sendiri.

Ketiga model ini juga dibekali kecerdasan personal dari asisten Alexa+. Harganya dimulai dari 229,99 dolar AS buat varian termurah, atau sekitar Rp3,7 jutaan dengan kurs saat ini. Tablet flagship-nya, Alexa Tablet 12 Pro, dibanderol mulai 499,99 dolar AS.

Spesifikasi yang Ditawarkan

Amazon menyebut setiap tablet punya desain unibody aluminium dan layar resolusi tinggi. Yang paling menarik perhatian, Alexa Tablet 12 Pro, punya ketebalan cuma 6,5 milimeter dengan layar 12 inci beresolusi 280 PPI, refresh rate 120Hz, dan rasio aspek 3:2 yang menurut Amazon pas buat kerja atau baca dokumen panjang. Ada dua pilihan tampilan, yaitu display standar dan Nanomatte dengan lapisan anti-glare.

Soal performa, Amazon mengklaim Alexa Tablet 12 Pro punya kecepatan proses hampir tiga kali lipat dan performa grafis sembilan kali lipat dibanding tablet Amazon mana pun sebelumnya. Klaim ini belum diverifikasi lewat benchmark independen, jadi sebaiknya ditunggu dulu sebelum dijadikan patokan pasti. Fitur pendukung lain termasuk speaker Dolby Atmos, Wi-Fi 6E, dan daya tahan baterai sampai 16 jam buat pemutaran video.

Buat yang suka corat-coret atau menulis catatan tangan, Amazon juga merilis aksesori baru bernama Alexa Tablet Pro Pen dan Pro Keyboard. Kombinasi keduanya dirancang supaya Alexa Tablet 12 Pro bisa berfungsi sebagai workstation penuh, mirip konsep yang sudah lama ditawarkan Apple lewat iPad Pro dan Apple Pencil.

Alexa+ Jadi Nilai Jual Utama

Perbedaan paling mencolok dari tablet generasi sebelumnya ada di integrasi Alexa+. Pengguna bisa memanggil “Alexa” atau menekan tombol “Ask Alexa” buat dapat jawaban pertanyaan, mengontrol perangkat smart home, dan berbagai tugas lain. Ada juga fitur bernama On-Screen Intelligence, yang memungkinkan Alexa membaca apa yang sedang ditampilkan di layar buat memberi bantuan kontekstual.

Contoh pemakaiannya begini: kalau pengguna sedang melihat daftar jalur hiking, mereka bisa tanya langsung ke Alexa, “Mana dari jalur-jalur ini yang paling cocok buat saya?” Asisten itu lalu menganalisis konten di layar buat memberi rekomendasi. Fitur semacam ini menempatkan Alexa+ bukan cuma sebagai asisten suara biasa, tapi lebih ke arah asisten yang “melihat” konteks penggunaan nyata.

Semua tablet baru ini juga hadir dengan pengalaman membaca Kindle yang disegarkan. Saat pengguna membuka aplikasi Kindle, notifikasi otomatis dibungkam, cahaya biru dikurangi, dan daya tahan baterai dalam mode baca bisa sampai 20 jam.

Kenapa Amazon Berubah Strategi

Perwakilan Amazon menegaskan ke TechCrunch kalau ini bukan sekadar rebranding dari Fire Tablet, tapi benar-benar lini produk baru dengan hardware dan sistem operasi berbeda. Langkah ini masuk akal kalau dilihat dari sisi bisnis. Selama ini Fire OS, meski murah, sering dikritik karena ekosistem appnya terbatas dibanding Android murni. Dengan beralih ke Android plus Google Play Store, Amazon membuka akses ke jutaan aplikasi termasuk YouTube, Netflix, dan Gmail, yang selama ini jadi kelemahan utama tablet Fire.

Menurut saya, ini juga sinyal kalau Amazon lagi coba bersaing lebih serius di segmen tablet premium, bukan cuma jadi pemain budget. Harga Alexa Tablet 12 Pro yang nyaris menyentuh 550 dolar AS buat varian Nanomatte jelas menyasar pengguna yang biasanya melirik iPad atau tablet Samsung kelas atas.

Amazon juga mengumumkan lini terpisah, Amazon Kids Tablets, dengan ukuran 8,7 inci dan 11 inci. Produk ini menyasar segmen keluarga, terpisah dari lini Alexa Tablet yang lebih umum.

Jadwal Rilis

Semua tablet Alexa dan Amazon Kids Tablets dijadwalkan mulai dijual 14 Oktober 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Pasar Inggris, Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol bakal kebagian pada 19 Oktober. Amazon Kids Tablets juga akan tersedia di Jepang mulai 14 Oktober. Belum ada informasi resmi soal kapan produk ini masuk pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, jadi ini masih jadi pertanyaan terbuka buat konsumen lokal yang berminat.

Buat pembaca yang lagi mempertimbangkan perangkat pendukung produktivitas atau hiburan digital, perubahan arah Amazon ini layak dipantau, apalagi kalau ekosistem Alexa+ nantinya ikut diperluas ke pasar luar Amerika Serikat. Kalau penasaran soal tren gadget AI yang gagal maupun yang berhasil di pasaran, ada ulasan menarik lain soal kenapa gelombang pertama gadget AI gagal menurut Tony Fadell.

Buat yang penasaran soal tren asisten AI personal lainnya yang juga baru rilis, bisa cek pembahasan asisten AI pribadi Tab yang sempat ramai dibahas beberapa hari lalu.

Sumber & Referensi

Artikel ini disusun berdasarkan laporan TechCrunch dan rilis resmi dari situs Amazon.