Kenapa Agen AI Sering Diblokir Situs Belanja

Rabu, Okt 7, 2026 | 5 menit baca | Diperbarui pada Rabu, Okt 7, 2026

@
Kenapa Agen AI Sering Diblokir Situs Belanja

Seorang pengguna di X mengeluh akun eBay-nya disuspend gara-gara dia pakai agen AI buat belanja. Yang lain cerita Google sempat mengusir Instinct saat lagi beresin kotak masuk Gmail-nya. Ini bukan gangguan teknis biasa. Ini medan tempur baru antara agen AI pribadi dan situs yang nggak siap menerima tamu robot.

Jawaban singkatnya begini: banyak situs besar, mulai dari Amazon, Yelp, sampai beberapa maskapai, memang sengaja atau nggak sengaja memblokir agen AI pribadi seperti Muse dari Meta, Instinct, dan Dots dari ChatGPT. Sebagian karena kebijakan resmi, sebagian lagi cuma korban sistem anti-bot yang nggak bisa membedakan agen jahat dari agen yang beneran disuruh penggunanya sendiri.

Amazon dan Walmart, Dua Sikap Berbeda

TechCrunch melaporkan Amazon mulai memblokir Muse dari situs ritelnya pada akhir September, sehingga agen itu nggak bisa lagi menelusuri katalog produk atau melakukan pembelian atas nama pengguna. Keputusan ini eksplisit, bukan kecelakaan sistem.

Walmart ambil jalan berbeda. Perusahaan ini justru sudah bermitra dengan Muse, diumumkan di konferensi developer Meta Connect bulan September. Tapi kemitraan di atas kertas nggak menjamin pengalaman mulus di lapangan. Sejumlah pengguna mengeluh di media sosial kalau Muse gagal menyelesaikan pembelian di Walmart, dan NBC melaporkan masalah serupa pernah muncul saat Walmart menguji agen tersebut. Juru bicara Walmart bilang ke TechCrunch kalau kegagalan itu nggak disengaja. Sumber masalahnya ternyata tombol verifikasi manusia. Kalau prosesnya terputus di tengah jalan, verifikasi gagal, dan agen langsung ditendang keluar.

Jadi persoalannya bukan cuma soal niat baik atau buruk sebuah perusahaan. Infrastruktur verifikasi manusia yang kita pakai sekarang, yang dirancang buat menahan bot spam, ternyata nggak dibuat untuk era di mana jutaan permintaan datang dari agen yang memang disuruh manusia sungguhan.

Daftar yang Ikut Memblokir

Keluhan soal pemblokiran sudah menyebar ke banyak nama besar. Berdasarkan laporan TechCrunch dan jejak di media sosial, agen AI dilaporkan terganjal di Yelp, eBay, Zillow, Pizza Hut, Adidas, dan beberapa maskapai.

Yelp paling tegas soal ini. Perusahaan bilang nggak mengizinkan trafik non-manusia di platformnya kecuali agen tersebut sudah membayar lewat program lisensi data resmi. Praktis, agen yang mencoba memesan meja restoran atau minta penawaran lewat Yelp bakal gagal kalau belum ada kemitraan formal.

eBay sedikit lebih fleksibel. Mereka bilang nggak melarang semua agen belanja pihak ketiga, tapi membatasi tindakan yang nggak sah seperti scraping otomatis dan pelatihan model. Sayangnya beberapa pengguna eBay tetap melaporkan akun mereka sampai disuspend karena memakai agen AI, jadi ada jarak antara kebijakan tertulis dan praktik di lapangan.

Delta dan United, dua maskapai besar, belum punya kemitraan resmi apa pun dengan agen AI pihak ketiga. Delta bilang pihaknya terus mengevaluasi teknologi baru, tapi belum ada integrasi yang mengizinkan agen memesan tiket atas nama pelanggan. United menunjuk ke syarat penggunaan yang melarang robot atau proses otomatis memonitor atau menyalin situsnya tanpa izin tertulis.

Peran Cloudflare di Tengah Kekacauan Ini

Cloudflare jadi variabel menarik dalam cerita ini. Perusahaan CDN itu melindungi banyak situs dari aktivitas bot, termasuk bot pelatihan AI. Sejak 15 September, Cloudflare mengubah default pengaturan crawler-nya sehingga pemilik situs bisa memblokir bot pelatihan AI sekaligus tetap mengizinkan jenis bot lain. Masalahnya, situs yang sebelumnya diatur memblokir bot AI demi alasan keamanan jadi ikut memblokir agen AI di halaman apa pun yang ada iklannya.

Sejumlah orang menduga perubahan ini yang mengganggu trafik Muse belakangan. Ketika ditanya TechCrunch, Cloudflare bilang nggak punya data spesifik soal ini dan mengarahkan ke Cloudflare Radar, dasbor publik yang menunjukkan lonjakan aktivitas bot tapi nggak membedakan bot baik dan buruk. Cloudflare juga punya kepentingan sendiri di ranah ini karena menjalankan pasar yang mengharuskan bot AI membayar untuk mengakses data situs, dan baru-baru ini mulai menguji Kitesurf, browser yang dirancang khusus untuk agen AI.

Standar Baru Sedang Disusun

Melihat kekacauan ini, sejumlah perusahaan besar mulai bergerak bareng. Meta, Walmart, Stripe, Sierra, Genesys, Rocket, dan NiCE lagi menyusun standar terbuka yang mengatur cara agen AI berkomunikasi dengan bisnis, dengan tujuan memisahkan bot yang beroperasi atas nama pengguna sah dari bot jahat. Fokusnya khusus pada komunikasi antar agen untuk keperluan belanja daring.

Meta menjelaskan di blog resminya kalau menolak agen pribadi sama saja menolak pelanggan di baliknya. Perusahaan lebih memilih bekerja sama dengan bisnis buat menjawab kekhawatiran mereka ketimbang kehilangan pelanggan itu. Pendekatan ini terdengar masuk akal, tapi standar baru biasanya butuh waktu lama sebelum benar-benar diadopsi luas, apalagi kalau menyangkut ratusan ribu situs e-commerce yang punya sistem keamanan sendiri-sendiri.

Buat pengguna awam, situasi sekarang masih serba tanggung. Kadang agen jalan lancar, kadang mendadak berhenti di tengah transaksi tanpa penjelasan jelas. Sampai standar itu matang dan dipakai banyak pihak, pembeli yang mengandalkan agen AI sebaiknya tetap siap menyelesaikan transaksi secara manual kalau prosesnya tiba-tiba mandek.

Apa yang Bisa Dilakukan Pengguna Sekarang

Sambil menunggu standar baru itu matang, ada beberapa langkah praktis yang bisa diambil pengguna agen AI pribadi. Pertama, jangan kaget kalau transaksi mendadak terhenti di tengah jalan, apalagi di situs yang belum punya kemitraan resmi dengan agen yang dipakai. Kedua, simpan metode pembelian manual sebagai cadangan, terutama buat transaksi penting seperti tiket pesawat atau barang yang stoknya terbatas. Ketiga, kalau akun sampai disuspend karena dicurigai pakai bot, segera hubungi layanan pelanggan platform tersebut dan jelaskan kalau yang dipakai adalah agen resmi atas izin sendiri, bukan bot scraping ilegal.

Bagi pembaca di Indonesia yang baru mulai mencoba agen AI semacam ini, situasi di atas jadi pengingat kalau teknologi secanggih apa pun tetap bergantung pada kesediaan pihak lain menerimanya. Belanja daring lewat agen AI mungkin kelihatan praktis di iklan, tapi kenyataan di lapangan masih penuh friksi yang belum terselesaikan sepenuhnya.

Artikel Terkait

  • /posts/instinct-agen-ai-grup-chat/
  • /posts/agen-ai-chat-pesan-teks/
  • /posts/shopify-checkout-ai-agent/

Sumber & Referensi